Vespa Ternyata Punya Kisah Panjang Penulis: Daeng Ipul

Pernah mendengar tagline; Lebih Baik Naik Vespa? Ternyata salah satu motor legendaris itu punya kisah panjang di belakangnya. Yuk kita kepoin di tulisan di bawah ini

 

Ada banyak merek dan jenis motor yang beredar di muka bumi ini, tapi dari sekian banyak itu Vespa jadi salah satu jenis motor yang paling legendaris. Kamu boleh percaya atau tidak, tapi coba tanya bapak, om atau bahkan kakek kamu yang pernah muda di dekade 1960an sampai dekade 1980an. Mereka pasti akan mengangguk setuju kalau ditanya apa betul Vespa itu legendaris?

Sampai sekarang pun motor keluaran Italia itu masih bisa ditemukan di jalan-jalan Indonesia. Usianya beragam, dari yang keluaran di atas tahun 2010an, belasan tahun, dua puluhan tahun sampai beberapa di antaranya ada yang berusia tiga puluh dan empat puluhan tahun. Usianya mungkin sama dengan penunggangnya, atau bahkan ada yang lebih tua.

Vespa termasuk salah satu jenis motor yang abadi memang. Meski usianya sudah puluhan tahun tapi kekuatan mesinnya masih patut diberi jempol. Begitu juga dengan kekuatan body-nya. Maklum, body Vespa memang sebagian besar dari baja yang tentu saja tahan lama. Bandingkan antara motor Vespa keluaran 1980an dengan motor Jepang keluaran tahun yang sama. Vespa masih bisa melaju mulus di abad milenial ini, sementara motor Jepang seumurannya mungkin sudah paripurna sebagai besi tua.

Saya pengendara Vespa sejak tahun 2001. Adalah Vespa P150X produksi tahun 1983 yang dilungsurkan Almarhum Bapak ke saya. Sempat berhenti sejenak sebagai pengendara Vespa sejak 2008, awal Ramadan tahun ini saya kembali mengendarai Vespa yang saya beri nama Ben itu.

Rasa senang bisa kembali mengendarai Vespa membuat saya aktif mencari beragam informasi tentang Vespa. Dari sejarah, modifikasi sampai pernak-pernik tentang Vespa. Ternyata banyak hal menarik yang saya temukan.

Sejarah Vespa.

Vespa sebenarnya adalah nama salah satu tipe motor produksi Piaggio, Italia. Hanya saja kita lebih sering menyebut Vespa untuk semua jenis motor yang diproduksi oleh Piaggio. Piaggio adalah perusahaan yang didirikan oleh Rinaldi Piaggio pada tahun 1884 di Genoa, Italia. Awalnya perusahaan ini memproduksi kapal pesiar, lalu mulai berkembang memproduksi lokomotif, gerbong kereta api, van, mobil dan truk karoseri. Di masa perang dunia pertama Piaggio bahkan ikut memproduksi pesawat terbang.

Piaggio baru memproduksi motor yang di belakang hari diberi nama Vespa pada kisaran masa perang dunia kedua. Keputusan ini tidak lepas dari kondisi Italia di perang dunia kedua yang ekonominya merosot ditambah dengan kondisi pabrik Piaggio yang hancur dibom tentara sekutu. Enrico Piaggio, anak Rinaldi Piaggio memutuskan untuk menghentikan semua produksi mereka sebelumnya dan kemudian fokus ke alat transportasi yang lebih bisa menjangkau orang banyak. Motor pertama diproduksi tahun  1943 dan diberi nama MP5 atau yang oleh orang Italia disebut Donald Duck karena bentuknya mirip dengan bebek. Kurang puas dengan hasilnya, Enrico Piaggio kemudian mempekerjakan seorang insinyur pesawat terbang untuk memperbaiki desain Vespa pertama mereka. Insinyur itu bernama Corradino D’Ascanio.

MP5, nenek moyang Vespa

Corradino awalnya mengembangkan desain motor skuter untuk Innocenti, sebuah produsen motor lain dari Milan. Sayangnya, tidak ada kesepakatan antara Corradino dan Innocenti yang membuat Corradino mengundurkan diri dan malah menawarkan desainnya ke Enrico Piaggio. Innocenti juga pada akhirnya memproduksi skuter yang diberi nama Lambretta.

Purwarupa pertama itu terus dikembangkan oleh Corradino D’Ascanio sampai hadirnya model MP6. Model inilah yang kemudian diberi nama Vespa (dalam bahasa Italia berarti tawon) dan kemudian dikembangkan secara massal. Desain Vespa kemudian dipatenkan pada bulan April 1946.

Sejak saat itu Vespa menjadi makin populer dan mulai menjelajah ke berbagai dunia. Tahun 1956 satu juta unit Vespa terjual ke seluruh dunia. Jumlah ini bertambah jadi dua juta unit di tahun 1960. Bayangkan, hanya dalam empat tahun satu juta unit jumlah penjualannya menjadi dua kali lipat!

Vespa Masuk ke Indonesia.

Sulit melacak sejak kapan Vespa masuk ke Indonesia. Ditengarai Vespa sudah masuk sejak sebelum tahun 1960an. Dibawa oleh para misionaris dari Italia yang membawa misi keagamaan di banyak tempat di Indonesia. Badannya yang kokoh dengan kemampuan mesin yang besar jadi salah satu pilihan selain tentu saja karena asal para misionaris itu yang dari Italia.

Salah satu momen penting yang tercatat dalam sejarah Vespa di Indonesia adalah ketika pasukan penjaga keamanan Indonesia yang diberi nama Pasukan Garuda III pulang bertugas dari Congo. Para anggota pasukan itu diberi tanda jasa dari pemerintah dalam bentuk motor Vespa.

Motor Vespa yang diserahkan ke anggota Pasukan Garuda III ini dijuluki Vespa Congo walaupun nama aslinya adalah Vespa 150 GS VS5. Ada dua jenis Vespa yang diserahkan ke prajurit Pasukan Garuda III ini. Vespa warna hijau dengan kapasitas 150cc untuk perwira, sementara yang berwarna biru dan kuning dengan kapasitas 125cc diserahkan ke prajurit dengan pangkat lebih rendah. Semua Vespa yang diserahkan ditambahi dengan logo kecil di setang sebelah kiri sesuai nomor registrasi sang prajurit penerima, sementara di Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) tercantum tulisan: Dari Garuda III.

sejarah vespa
Pasukan Garuda III dengan Vespa Congo hadiah buat mereka

Inilah untuk pertama kalinya Vespa tercatat masuk ke Indonesia secara besar-besaran. Saya membayangkan kalau saja masih ada yang menyimpan Vespa ini dan merawatnya dengan baik, harganya tentu saja sangat tinggi. Collectible item bok!

Kedatangan Vespa Congo itu kemudian membuat beberapa importir mendatangkan Vespa dengan kondisi jadi (build up) langsung dari Italia. Salah satunya adalah PT. Gunung Slamet (GS) yang masih berdiri sampai sekarang. Konon saat itu harga satu unit Vespa hampir sama dengan satu unit rumah sederhana. Masuk akal mengingat semuanya diimpor langsung jadi dari negeri asalnya.

Salah satu Vespa Congo yang dijual oleh seorang Kaskuser.
sumber: KasKus

Karena permintaan pasar semakin besar, maka di tahun 1970 didirikanlah perusahaan yang diberi nama PT. DanMotors Vespa Indonesia (DVMI), sebuah perusahaan kerjasama pengusaha Indonesia dan Denmark. Awalnya DVMI mendatangkan komponen secara semi knocdown atau setengah jadi, namun belakangan DVMI mulai memproduksi sendiri mesin Vespa di bawah lisensi Piaggio. Tahun 1976, DVMI sudah memproduksi 40.000 unit Vespa yang bukan hanya dijual di pasar lokal tapi juga diimpor sampai ke Thailand.

Lebih Baik Naik Vespa

Dalam dasawarsa tahun 1970an sampai akhir 1980an Vespa bisa dibilang mencapai tingkat popularitas tertingginya. Di masa itu pula tagline terkenal dari iklan Vespa mulai muncul. Mungkin kalian pernah mendengar kalimat: Lebih Baik Naik Vespa, sebuah tagline yang jadi sangat legendaris dan lekat dengan motor Vespa hingga sekarang.

Tagline itu diciptakan oleh Nuradi, pria kelahiran Jakarta 10 Mei 1926 yang juga pemilik biro iklan InterVista. Tagline itu begitu populer dan melekat nyaris abadi dengan motor Vespa itu sendiri.

Selama dekade itu pula Vespa sangat mudah ditemukan di jalanan di Indonesia. Popularitasnya baru menurun ketika mendekati akhir dekade 1980an. Produksi massal motor 4 tak yang lebih hemat dan harganya lebih terjangkau membuat banyak pengendara motor memilih beralih ke lain hati. Sebagian besar pilihan itu jatuh ke motor-motor buatan Jepang yang saat itu dikuasai oleh Honda.

Sejak saat itu Vespa tidak lagi jadi pilihan utama pengendara roda dua di Indonesia.

Namun, meski jumlah produksi barunya terus menurun, popularitas Vespa sebagai kendaraan klasik dan legendaris justru meningkat di awal milenium kedua. Beberapa Vespa tua bahkan dihargai sangat tinggi. Tahun 2016 kemarin, dalam gelaran pameran motor di Milan, Italia yang diberi nama EICMA (Esposizione Internationale Ciclo e Motociclo), sebuah Vespa 98 keluaran tahun 1946 dihargai 230.000,- Euro. Wakwao! Harga yang fantastis.

Pabrik Vespa di tahun 1970an
(sumber: Flickr Jorgen Kroner)
Iklan Vespa jadul dengan tagline: Lebih Baik Naik Vespa

Common Rule

Sebagai jenis motor klasik yang masih mudah ditemui di jalan raya, para pengendara Vespa itu seperti punya common rule atau peraturan tidak tertulisnya sendiri. Mereka biasanya akan saling bertukar senyum, sapa atau sekadar membunyikan klakson bila berpapasan atau bersisian di jalan raya. Tidak peduli mereka anak klub Vespa atau bukan, asal sesama pengendara Vespa maka wajib hukumnya untuk saling sapa.

Saya sulit menemukan budaya yang sama di pengendara motor yang lain, kecuali yang sama-sama satu klub motor.

Common rule lainnya adalah sesama pengendara Vespa harus saling membantu. Kalau menemukan pengendara Vespa yang sedang kesulitan di jalan, maka pengendara Vespa lainnya harus berhenti dan membantunya. Ini juga seperti sebuah kewajiban, meski tidak mesti seorang pengendara Vespa harus menguasai mesin, tapi minimal memberi bantuan moral pada sesama pengendara Vespa yang sedang kesulitan adalah sebuah keharusan.

Suatu waktu saya pernah mendorong Vespa saya. Waktu itu saya belum paham betul tentang mesin Vespa dan kebetulan pula si Ben ngambek. Ketika peluh mulai membasahi tubuh, seorang pengendara Vespa berhenti di dekat saya. Si bapak pengendara Vespa itu membantu saya hingga kemudian Ben bisa menyalak kembali.

Di lain waktu saya juga pernah berhenti di tengah jalan ketika melihat seorang bapak pengendara Vespa sedanng kesulitan. Rupanya businya mati, untungnya saya punya busi cadangan yang segera saya angsurkan ke si bapak. Dengan beberapa kali stater, Vespanya pun kembali menyalak.

Anak Vespa punya slogan: Satu Vespa Sejuta Saudara. Percayalah, itu bukan slogan kosong, bro!

Vespa yang sekarang saya tunggangi memang bukan tunggangan utama karena ada kendaraan lain yang saya pakai, tapi romantisme mengendarai Vespa ternyata sangat terasa ketika saya berada di atasnya. Kenangan akan almarhum Bapak melekat begitu kuat di setiap deru motor Vespa ini.

Benar kata orang kalau setiap Vespa punya ceritanya sendiri. Cerita yang sangat panjang dan tak pelak membuatnya jadi motor legendaris.

 

Artikel Ini Juga Keren Loh!

Bagikan Yuk!

Leave a Reply

Notify of
avatar
wpDiscuz